Wheel Links adalah salah satu strategi link building untuk memanipulasi search engine, agar SERP naik dengan cara membuat link secara berantai. Misalnya, kita membuat 6 website A, B, C, D, E, X:
A membuat oneway link ke B,
B -> C
C -> D
D -> E
E -> A
Konten website A sd E dibuat satu topik yang relevan tetapi masing-masing unik. Website A sd E memberikan link lagi ke website yang ditarget, misalnya X, yang menjadi POROS RODA-nya. Nah, website X inilah yang nantinya akan menikmati peningkatan SERP secara signifikan.
Wheel Link standar bentuknya linier dan tampaknya sudah mulai bisa dideteksi oleh Google dengan algoritma khusus. Oleh sebab itu dibuatlah Random Wheel Link agar semakin susah terdeteksi.
Secara prinsip teknik Wheel Link ini memanipulasi algoritma search engine. Jadi, apakah teknik ini illegal atau tidak, masih belum jelas benar namun kombinasi antara strategi Wheel Link dengan Automatic Generated Content (AGC) akan membuat website kita tetap terancam masuk Google SandBox. Jadi, be wise dalam menggunakan teknik ini.
Paling bagus kalau kita menggunakan website-website berPageRank tinggi, berusia tua (minimal 2 tahun) dengan jenis dan jumlah konten bervariasi untuk teknik ini.
Sebuah strategi Random Wheel Link yang diterapkan dengan baik pada suatu jaringan yang terdiri atas 10 website ber-PageRank 4 sd 6 dalam waktu seminggu dipraktikkan sudah bisa kelihatan hasilnya secara memuaskan: meningkatnya SERP website utama pada keyword yang ditarget secara signifikan.

